Jumat, 28 Juni 2013
Selasa, 18 Juni 2013
Muhammad
16 Juny 2013 9:16 p.m. The first time I met him (Muhammad). first met in Kalibata City, when my friends and I wanted to hang out in the back garden Kalcit. when we got there, there is no more empty seats. when we are confused, suddenly, a man named Muhammad was offered a seat for us, we also say thank you directly. for a while, we never admonish each other. suddenly, Muhammad said "apa kabar" in a tone that is actually funny because he couldn't speak Indonesian well. then, we also replied "baik-baik saja kok", after the warm conversation going on between us. he asked "are you a Muslim", we replied "yes". then he also said that he's also a Muslim and he's from Iran, he also said that his name is Muhammad. after hearing it, I immediately felt happy. only this time I met a Muslim who is very handsome with a very beautiful name. He asked my name and my friends. I actually wanted to ask his facebook and twitter, but he didn't have it all. I'm very sad because of fear couldn't see him anymore. I also asked "does he lived in Indonesia", he said no. he just going on holiday in Indonesia. I was very impressed when he was smoking a cigarette. after he finished smoking his cigarette, and he put the fire out immediately throw cigarette butts in the trash. I swear, if now rare people who want to dispose trash in place, including myself. after seeing his attitude is very good and polite, I changed my habit to always dispose of trash in its place. I often throw garbage into place. I would like to ask for his number, so I could contact him at any time but I'm ashamed. after that, he asked us permission to go to the supermarket with his friend. he said "terima kasih". he looked at me with a sweet smile. Immediately, my heart melted. I'm very happy to see his smile. I'm deeply regret that time because I didn't had asking for his number. then, Bella also invited me to go to the supermarket because she still wants to meet Muhammad. when we arrived at the supermarket, we saw Muhammad were in line at the checkout. I went to the toilet. when I went back to the supermarket, Muhammad had gone. Bella and I are very sad because we didn't get to meet him again. suddenly, my brother (wewen) sent a message to me, he said that Muhammad had just passed in front of him. we went back to the park to meet Muhammad but we were too late because when we got there, Muhammad had entered to his apartment. it's the first and last time I met him. I wish, he read my blog o:) Love Muhammad by Melly :')
Muhammad and I :)
Muhammad and I :)
Selasa, 11 Juni 2013
RINDU PUASA BERSAMA KELUARGA
"Mak Ayah ku kangen ken ikak" begitulah isi hati yang ingin ku ucapkan pada mereka sekarang ini. sungguh pengen nangis rasanya setiap kali jalan kemall atau kemanapun, pas lagi ngeliat sebuah keluarga makan bareng disebuah resto. inget waktu kemarin sering diajak oleh ibu makan mie ikan disebuah warung kecil di kampung halamanku Toboali Bangka Selatan. walaupun warung itu bukanlah restoran besar seperti yang ada di Jakarta tapi makanan disana tidak kalah enak dengan makanan-makanan yang ada dikota besar tempatku sekarang merantau. bersama dengan ibu dan adek laki-laki saya yang nakal dan ganteng (ciye :D) kami mengendarai sepeda motor mio sport merah ke bukit (nama sebuah kampung) dimana warung mie ikan cik Melut itu berada. setiap kali datang "cik melut biase lah ok" (cik Melut seperti biasa ya) begitulah panggilan ku pada pemilik warung tersebut setiap kali aku datang kesana. sepiring mie ikan dengan tambahan telur ayam rebus sudah disiapkan buatku, ibu dan adikku. sungguh kenikmatan yang tak bisa tertandingi, selama 3 tahun di Jakarta aku belum pernah menemukan mie ikan seperti itu :( mie ikan cik Melut top dah. kegiatan yang paling aku senangi jika sedang berada di Toboali. sekitar jam 1 siang, sehabis makan siang motor supra hitam milik cik Tina berhenti didepan toko ibuku. cik Tina membawa banyak sekali makanan - makanan khas Bangka seperti pecel, selada, laksa, tekwan, pentiaw dan masih banyak lagi deh, susah buat disebutin satu-satu. setelah menghabiskan 1 piring selada dan tekwan aku langsung masuk kekamar dan mendengarkan lagu kesukaanku "A Thousand Years" sampai aku tertidur. sore harinya setelah bangun tidur, aku langsung cuci muka dan mencuci piring yang sudah menumpuk seperti gunung. sore hari sehabis mandi temanku yang bernama Amoy (panggilan khusus) sudah bbm mau ngajak JJS (jalan-jalan sore) mengelilingi indahnya kota Toboali pada waktu sore hari. rute yang selalu aku dan temanku lewati adalah jalan jendral Sudirman, Gesos, pelabuhan Bom (sunset yang indah bisa dilihat di pelabuhan Bom ini). aaduh jadi rindu itu semua :( tapi yang lebih membuatku rindu adalah kebersamaanku bersama keluarga tercinta dirumah. sebentar lagi umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan. Ya Allah biasanya setiap bulan puasa aku selalu sahur dan buka puasa bersama ibu, ayah dan adikku. alarm di Blackberry ku berbunyi menunjukkan sudah jam 3 pagi. ibuku langsung membangunkanku dan menyiapkan makanan-makanan untuk sahur seperti lempah kuning, ayam santen, dan masih banyak lagi deh yang lainnya, jangan disebutin satu-satu nanti bisa ngiler. sore harinya aku dan ibuku bersama-sama menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, kadang-kadang kami membuat makanannya sendiri tapi juga kadang-kadang langsung beli di dekat rumah. biasanya banyak ibu-ibu yang menjual makanan untuk berbuka puasa. setelah berbuka puasa kamipun langsung sholat Maghrib berjama'ah dan langsung bergegas pergi ke Masjid untuk sholat tarawih berjama'ah dengan yang lainnya. sungguh indah sekali. tapi Ramadhan tahun ini sepertinya aku tidak bisa bersama dengan mereka, di karenakan aku harus PPL di Jakarta. Ya Allah semoga saja PPL nya sehabis lebaran agar aku bisa menjalankan puasa bersama dengan keluargaku di Bangka #amin :( o:)
Selasa, 04 Juni 2013
the poetry of Daddy
Dad, i don't know if you realize how much i admire you. you have always been an inspiration to me. not just by the lesson you taught, but perhaps more importantly by the example of the way you live your own life. you have demonstrated what it means to be truly honest and loyal, and how important it is to be caring and understanding of others. you've taught me to believe in myself and to be the very best that I'm capable of. your example has shaped the way I think, feel and believe. Dad, you mean so much to me.
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
000.jpg)

